UNNES

Universitas Negeri Semarang(Unnes) adalah universitas konservasi. Konservasi memang telah menjadi visi kami. Lengkapnya, universitas konservasi bertaraf internasional yang sehat, unggul, dan sejahtera.

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

FIP menjadi fakultas yang andal dalam mengembangkan ilmu, mendidik calon tenaga akademik dan profesional di bidang pendidikan dan psikologi yang berwawasan lingkungan, sosial, kultural ketaqwaan dan memiliki kemampuan bersaing pada tingkat regional, nasional dan internasional

BK FIP UNNES

Jurusan Bimbingan dan Konseling Terletak di Gedung A2 Lantai 3 Fakultas Ilmu Pendidikan

KEMAH BHAKTI KONSELING

Kegiatan Kemah Bakti Konseling Tahun 2013 Yang di Selenggarakan di Sumowono.

COUNSELING FAIR

Kegiatan Counseling Fair, Merupakan Kegiatan seperti Dies Natalis BK.

Minggu, 21 Desember 2014

KUMPULAN PPT MPIBK

Jika anda Berminat dengan PPT MPIBK silahkan Downlod disini

Analisis SWOT
DOWNLOAD

HubunganTIK Komputer dan BK
DOWNLOAD 

Komponen Hardware dan Software Dalam Layanan BK
DOWNLOAD

DATA dan INFORMASI
DOWNLOAD

Pembelajaran Modern BK
DOWNLOAD 

Pengertian Komponen Karakter TIK
DOWNLOAD 

Program Pemerintah dan Swasta dalam Implementasi BK
DOWNLOAD 

Sejarah Komputer 
DOWNLOAD 

MPI PPT DATA DAN INFORMASI

DATA dan INFORMASI



BAB II
PEMBAHASAN
A.                Pengertian Data
Data menggambarkan kenyataan suatu kejadian dan kes atuan yang nyata. Data dapat diartikan pula sebagai representasi dunia nyata yang mewakili suatu objek tertentu seperti manusia, hewan, peristiwa, konsep, keadaan dan lain-lain, yang direkam kedalam bentuk angka, huruf, simbol, teks, gambar, bunyi atau kombinasinya. Dalam data terdapat basisdata, basisdata adalah kumpulan data yang dihubungkan secara bersama-sama, dan gambaran dari data yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan informasi dari suatu organisasi.

B.                 Metode Pengumpulan Data
1.      Wawancara  : metode pengambilan data yang dilakukan dengan cara menanyakan sesuatu kepada seseorang responden yaitu dengan bercakap-cakap secara tatap muka. (Patton dalam poerwandari, 1998).
           dibagi menjadi dua macam, yakni :
·         wawancara terstruktur
·         wawancara tidak terstruktur
2.      Observasi (hasil pengamatan) : melihat langsung proses yang sedang berjalan serta mengambil kesimpulan sehubungan dengan data yang diperlukan
     dibagi menjadi tiga macam yaitu :
a.       observasi partisipatif yakni peneliti mengamati apa yang dikerjakan, mendengarkan apa yang diucapkan dan berpartisipasi dalam aktivitas yang diteliti.
b.      observasi non partisipasif yakni dilakukan dengan tidak berstruktur karena belum jelas fokus penelitiannya.
c.       observasi tersamar yakni peneliti berterus terang kepada narasumber bahwa sedang melakukan penelitian.
3.      Kuesioner merupakan daftar pertanyaan tertulis yang ditunjukan kepada responden, jawaban dari responden dicatat ataupun direkam.
C.                 Jenis-Jenis data
a.       Menurut cara memperolehnya :
·         Data primer
Data yang secara langsung diperoleh sendiri  dari objek penelitian.
·         Data sekunder
Data yang didapat tidak secara langsung dari objek penelitian.
b.       Menurut sumbernya :
·         Data internal
Data dari dalam organisasi yang menggambarkan keadaan dan kondisi pada suatu organisasi tersebut.
·         Data eksternal
Data dari luar organisasi yang dapat menggambarkan faktor-faktor yang mungkin berpengaruh terhadap hasil kerja suatu organisasi.
D.                     Pengertian Informasi
Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna, lebih berarti dan bermanfaat bagi penggunnya. Kualitas informasi tergantung pada empat hal yaitu akurat, tepat waktu, relevan dan ekonomis.
E.     Ciri-Ciri Informasi
·         Aktual
·         Faktual
·         Bahasa
·         Menarik
F.                   Manfaat Informasi
·         Menambah pengetahuan
·         Mengurangi ketidak pastian pemakai informasi
·         Mengurangi resiko kegagalan
·         Mengurangi keanekaragaman yang tidak diperlukan
·         Memberikan standar, aturan-aturan, ukuran-ukuran dan keputusan untuk menentukan pencapaian, sasaran dan tujuan
G.    Jenis-jenis Informasi
1.         Absolute Information, merupakan “pohonnya” informasi yaitu jenis informasi yang disajikan dengan suatu jaminan dan tidak membutuhkan penjelasan lebih lanjut.
2.         Substitusional Information, jenis informasi yang merujuk pada kasus dimana konsep informasi digunakan untuk sejumlah informasi. Dalam pengertian ini informasi kadang kala diganti dengan istilah komunikasi.
3.         Philosophic information, jenis informasi yang berkaitan dengan konsep-konsep yang menghubungkan informasi pada pengetahuan dan kebijakan.
4.         Subjective information, jenis informasi yang berkaitandengan perasaan dan informasi manusia. Kehadiran infomasi ini bergantung pada orang yang menyajikannya.
5.         Objective information, jenis informasi yang merujuk pada karakter logis informasi informasi tertentu.
6.         Cultural information, informasi yang memberikan tekanan pada dimensi cultural
H.                 Komponen-Komponen Informasi
1. Root of Information
2. Bar of Information
3.Branch of Information
4. Stick of information,
5. Bud of Information
6. Leaf of Information

ELIZA dan PARRY


ELIZA
Eliza adalah salah satu Sistem Pakar yang paling awal dikembangkan. Eliza juga merupakan salah satu program komputer pertama yang mampu berkomunikasi. ELIZA ditulis oleh Joseph Weizenbaum (1996). Program pertama semacam ini adalah dikembangkan pada tahun 1967 di MIT.Ini adalah program komputer terapis yang dapat mengelabui pengguna hingga mempercayai bahwa mereka sedang bercakap-cakap dengan manusia nyata. Pada satu program yang spesifik, bernama DOCTOR, ELIZA mengambil peran seperti seorang psikiater.Tujuan dari pembuatan program ini adalah untuk meniru pembicaraan antara seorang psikolog dan pasiennya, dalam hal ini, ELIZA berperan sebagai psikoterapis dan memberikan saran dan nasihat tentang masalah penggunanya.
Eliza adalah Program AI yang mensimulasikan perilaku terapis. Kunci metode operasional ELIZA melibatkan rekognisi dari isyarat kata-kata atau kalimat input, dan output berupa tanggapan yang telah dipersiapkan atau diprogram, yang dapat meneruskan percakapan dengan suatu cara sehingga tampak bermakna. Program ini juga mengidentifikasi kata-kata kunci dan frase terkait mereka untuk kaleng. Pengguna berkomunikasi dengannya sebagaimana sedang berkonsultasi dengan seorang terapis. Eliza simulasi seorang psikoterapis untuk sarana untuk menyembunyikan kekurangan dan ketidakmampuan untuk menghitung respon tertentu dari pengguna.
Seperti program-program, yang berinteraksi dengan pengguna secara sederhana dengan Bahasa Inggris dan dapat mensimulasikan percakapan dikenal sebagai chatterbot. ELIZA, salah satu “chatterbots” pertama kali digunakan pengolahan bahasa alami untuk merespon script pengguna dalam conversations. Program ini pertama kali mengalami perkembangan di MIT pada tahun 1964. Tergantung pada entri awal dari pengguna, dengan cepat bisa menjadi jelas bahwa itu adalah sebuah mesin. Dengan label Eliza sebagai psikoterapis, menjadi lebih mudah untuk program untuk menipu pengguna dengan menanggapi entri dalam (apa yang tampaknya menjadi) cara yang sangat analitis yang diketahui digunakan oleh psikoterapis. Meskipun hanya mengambil masalah waktu sebelum Eliza akan menunjukkan kurangnya pemahaman, beberapa pengguna tidak diragukan lagi terjebak dalam percakapan dengan Eliza dan banyak akan berpendapat bahwa ini adalah komunikasi, output yang jelas kecerdasan. Meskipun saya percaya program seperti Eliza menunjukkan bentuk dasar pemrograman yang dapat diakui sebagai awal dari pikiran kognitif yang kompleks, itu adalah cara yang jauh dari mana saja dekat dengan meniru otak manusia. Bisa dikatakan bahwa Eliza cerdas, tetapi sama sekali tidak memiliki itu dipecah menjadi pikiran sadar. ELIZA tidak memiliki model internal komunikasi yang bisa melacak aliran percakapan, pesta rudimentarily bisa mengikuti percakapan sendiri.

PARRY
Parry adalah Sistem Pakar yang juga paling awal dikembangkan, Parry dibuat pada tahun 1972 oleh psikiatris Kenneth Colby ketika di Universitas Stanford yang mensimulasikan seorang paranoid. Mereka memilih seorang paranoid sebagai subyek karena beberapa teori menyebutkan bahwa proses dan sistem paranoia memang ada, perbedaan respons psikotis dan respons normalnya cukup hebat, dan mereka bisa menggunakan penilaian dari seorang ahli untuk mengecek keakuratan dari kemampuan pemisahan antara respons simulasi komputer dan respon manusia.
Parry mensimulasi perilaku yang paranoid dengan melacak "emosional negara bagian. Parry bertujuan untuk merefleksikan pikiran pasien dengan mental paranoid yang serius. Program ini menjalankan model mentahan dari prilaku schizophren paranoid berdasarkan konsep, konseptualisasi dan kepercayaan (penilaian tentang konseptualisasi : penerimaan, penolakan, dan netral). Ini juga menggunakan strategi percakapan, lebih serius dan merupakan program lanjutan dari ELIZA. Tidak seperti ELIZA, Parry menjadi sasaran pengujian Turing formal.